Sesuai dengan visi operasional Kab. Luwu Utara, maka program prioritas diarahkan pada pengembangan dan peningkatan produksi tanaman kakao. Kab. Luwu Utara dengan luas tanaman kakao sebanyak 55.550,70 Ha dengan produktivitas rata-rata 0,60 – 0,75 ton/Ha/tahun yang melibatkan petani sebanyak 41.567 KK.
Dengan visi operasional Kab. Luwu Utara, maka Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mencanangkan untuk melakukan program peningkatan produktifitas tanaman kakao. Dari program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produksifitas tanaman kakao yang selama ini menjadi tumpuan sumber pemdapatan masyarakat Luwu Utara yang sebagian besar adalah petani. Untuk meningkatkan produksi dan produksifitas tersebut sangat membutuhkan dukungan modal/biaya produksi dan industri pengolahan hasil, dengan demikian dapat memperpendek mata rantai perdagangan sehingga nilai jual yang diterima petani dapat meningkat.
Bila luas tersebut di atas produktivitasnya dapat ditingkatkan dari 0,60 ton/Ha/thn menjadi 1,2 ton/Ha/thn, maka produksi yang dapat dicapai yaitu sebanyak 66.660,84 ton biji Kakao kering pertahun. Dibidang kehutanan, potensi hasil hutan non kayu berupa rotan produksinya masih cukup banyak namun nilai jual pada tingkat petani baru berkisar antara Rp. 600 – Rp. 1.000,- / Kg basah dan di Kab. Luwu Utara pengrajin rotan masih sangat sedikit dengan alat sederhana. Pengrajin sangat membutuhkan bantun modal, dan alat keterampilan untuk mendukung kegiatan mereka.
Sumber: http://www.luwuutara.go.id